Mikroskop
![]() |
| Mikroskop - Homesciencetools.com |
Ironisnya, tidak jelas siapa pencipta mikroskop pertama. Seperti banyak ciptaan lainnya, terdapat banyak sekali informasi yang salah tentang siapa yang pertama kali menciptakannya. Sebagian orang pada awalnya yakin bahwa Galileo membuat mikroskop dengan membalikkan ciptaan terdahulunya, yaitu teleskop. Namun, hal ini diperdebatkan.
Pengakuan atas pembuatan mikroskop pertama terjadi sekitar tahun 1595 dan diberikan pada Zacharias Jansen dari Middleburg, Belanda. Sebagian orang mengatakan bahwa mikroskop tak terelakkan karena orang Belanda akrab dengan pembesaran menggunakan lensa tunggal dan kemudian lensa ganda yang menelurkan mikroskop majemuk.
Praktik yang umum pada masa itu bagi pencipta adalah membuat beberapa salinan dari ciptaannya untuk diberika pada kerajaan, baik sebagai tanda penghargaan mauupun untuk diperiksa. Meskipun tak satupun mikroskop orisinil buatan Jansen yang diberikan pada kerajaan selamat, salah satu mikroskopnya bertahan sampai awal tahun 1600-an. Ini cukup lama untuk Cornelius Drebel, teman Jansen semasa kanak-kanak, untuk memeriksanya dan mencatat pengamatanya.
Ia menggambarkan ciptaan orisinil itu terbuat dari tiga tabung yang bergeser atau terpasang satu sama lain. Jika direntangkan sepenuhnya, panjang 46,72 sentimeter dan diameter 5,08 sentimeter. Terdapat dua lensa dan diafragma di antara tabung sehingga bisa saling bergeser dengan mudah dan memotong cahaya menyilaukan dari lensa. Meskipun tidak seperti mikroskop masa kini, alat itu bekerja dengan baik, dengan tiga kali pembesaran bila ditutup dan sembilan kali bila direntangkan. Alat itu menciptakan kegemparan pada masa itu.
Perbaikan selanjutnya adalah sistem tiga-lensa yang menurut laporan diperkenalkan tidak lama setelah mikroskop Jansen. Sistem ini dimungkinkan dengan menggunakan sistem okular dua-lensa Huygens yang ketika itu populer digunakan pada teleskop. Hanya dalam waktu beberapa tahun, berita menyebar tentang mikroskop dan banyak orang mulai membuatnya, dan dalam waktu singkat, banyak orang mennggeluti ilmu pengetahuan seperti Galileo.
Seiring berlalunya waktu, kanta majemuk menjadi model terpopuler untuk dikerjakan dan diperbaiki. Ciri yang menjadikannya sangat menarik untuk diperbaiki adalah “lensa akromatik”, yang digunakan pada kacamata dan telah dikembangkan oleh Chester Moore Hall pada 1729. Meskipun sulit untuk membuat lensa itu cukup kecil untuk sebuah mikroskop, upaya terus dilakukan dan pada 1900 lensa akromatik memiliki tingkap lensa numerik tertinggi.
Masalah lain masih ada ketika para pencipta berusaha membuat lensa menjadi lebih kuat. Dicari metode untuk meningkatkan kontras. Ini disebabkan karena cahaya selalu menjadi masalah (tidak cukup yang bisa diambil atau menembus kontras, orang-orang bisa melihat objek dengan lebih jelas.
Penopang juga merupakan bagian integral dari mikroskop yang mengalami perbaikan seiring waktu. Awalnya desain penopang sama sekali. Sebaliknya, objek yang sedang diteliti ditusukkan pada jarum dan bisa diletakkan dengan memutar sekrup. Kemudian, ini diganti dengan penopang mendatar karena memungkinkan benda dengan ukuran dan bentuk lebih besar untuk diamati. Juga, masalah cahaya terpecahkan. Sumber cahaya diletakkan di bagian bawah penopang dan disaring melalui objek yang diamati.
Metode kontras lain dikembangkan dengan keberhasilan yang semakin besar hingga cara pencitraan elektronik diperkenalkan pada 1970. Para pencipta terus meningkatkan dan memengaruhi kontras. “Mikroskop elektron” zaman modern bisa melihat jauh melebihi apa yang dapat dibayangkan oleh semua pencipta sebelumnya.
Meskipun terjadi kemajuan luar biasa dalam evolusi mikroskop, versi zaman modern persis sama dengan yang aslinya. Teleskop modern bekerja hampir seperti teleskop pembias tetapi dengan perbedaan kecil. Teleskop harus mendapatkan banyak cahaya dari objek yang remang-remang di kejauhan, sehingga membutuhkan lensa objektif yang besar untuk mendapatkan sebanyak mungkin cahaya dan membawanya pada fokus yang terang. Karena lensa objektif besar, pencitraan obejek terfokus beberapa kaki jauhnya, inilah alasan mengapa teleskop jauh lebih besar daripada mikroskop. Kanta mata teleskop kemudian memperbesar citra itu ketika dibawa ke mata pengamat.
Agar bekerja dengan baik, mikroskop harus mengumpulkan cahaya dari spesimen yang diterangi dengan baik dan dekat. Akibatnya mikroskop tidak memerlukan lensa objektif yang besar. Sebaliknya, lensa objektif mikroskop kecil. Untuk memperbesar sebuah citra, mikroskop diperbesar oleh lensa kedua yang disebut “lensa okuler” atau kanta mata ketika dibawa ke mata pengamat.
Bagaimanapun, mikroskop tepat seperti namanya. Alat ini memungkinkan pengguna mengamati benda-benda yang ukurannya lebih kecil dari yang bisa dilihat oleh mata telanjang.

Belum ada Komentar untuk "Mikroskop"
Posting Komentar