Anestesi

 

Anestesi
Anestesi - Source: Mayapada Hospital

Prosedur pembedahan yang rumit lumrah terjadi dalam praktik kedokteran masa kini. Yang mengejutkan, operasi seperti itu sudah diketahui sejak zaman dahulu. Namun, tanpa alat untuk mengendalikan  atau menghilangkan rasa sakit, dokter bedah Yunani, Mesir, dan abad pertengahan kehilangan banyak pasien karena syok yang  yang disebabkan rasa sakit. Meskipun minuman beralkohol, opiat, dan obat-obatan lain berbahan dasar tumbuhan dicoba, menghadapi pembedahan sudah merupakan penyebab rasa takut yang tidak terkendali. Pasien seringkali diikat ke meja operasi atau ditahan oleh asisten ketika dokter bedah memegang  dan menggunakan alat mereka setangkas mungkin, mengabaikan jeritan penuh penderitaan dari pasien mereka. Mengagumkan bahwa jumlah operasi seperti itu yang benar-benar berhasil lumayan banyak.

Teknologi medis belum dapat mengatasi rasa sakit sampai abad ke- 18. Pada 1776, Joseph Priestly, seorang kimiawan Inggris, memisahkan gas nitrogen oksida. Pada 1799, Sir Humphry Davy, bereksperimen dengan gas itu, memperhatikan  selain menciptakan perasaan euforia ia menyebutkan “gas tertawa” nitrogen oksida membuat pasien tidak sensitif terhadap rasa sakit untuk sementara waktu. Davy juga mengemukakan teori bahwa obat penghilang rasa nyeri paling baik diberikan melalui inhalasi, yang akan memungkinkan pengaturan dosis dan penghentian yang lebih mudah. Davy menganjurkan penggunaannya dalam pembedahan, tetapi praktisi medis teguh berpegang padaa prosedur lama yang menyiksa.

Michael Faraday, murid Davy melakukan penelitian lebih lanjut pada nitrogen oksida di awal  tahun 1800-an dan juga mengeksplorasi penggunaan eter, bahan kimia sejenis yang dikenal sejak tahun 1540. Eter tidak hanya menjadi subyek penyelidikan serius, tetapi seperti gas tertawa juga merupakan hiburan yang populer diantara murid-murid dan masyarakat yang mengetahuinya. “Kegembiraan akibat eter” menyaksikan orang-orang mengirup gas ini di pesta-pesta dan menikmati sifat racunnya. Pada awal 1840-an, Crawford Williamson Long, seorang dokter yang lahir di Georgia, menguji eter pada pasien bedahnya. Pada 30 Maret, subjek Long James Venable mengirup eter dari kain yang dibasahi dan mengalami operasi pengangkatan tumor dari lehernya dengan sukses tanpa rasa sakit. Namun, Long tidak mempublikasikan  penemuannya. Meskipun ia terus menggunakan eter dalam operasi minor, ia tidak mencoba memberikan dosis besar pada pasien dan tidak menerbitkan catatan eksperimentalnya sampai tahun 1849.

Horace Wells, seorang dokter gigi dari Connecticut, mulai menggunakan nitrogen oksida di tempat praktiknya pada 1844. William Thomas Green Morton, salah satu murid Wells, meneruskan penelitian dengan eter. Morton, bekerja sama dengan profesor kimia Harvard bernama Charles T. Jackson, siap memublikasikan penemuannya pada 1846. Di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Morton membantu dokter bedah John C. Warren dalam operasi yang berhasil dilakukan di hadapan sekelompok dokter terkemuka. “Anestesia” kata yang langsung diciptakan setelah itu oleh Oliver Wendell Holmes segera menjadi umum digunakan di AS dan Eropa. Morton dan Jackson diberi hadiah 5.000 franc oleh French Academy of Science pada 1850. Namun, Morton menolak untuk berbagi hadiah, kerena menyatakan dirinya sebagai satu-satunya pencipta anestiologi. Jackson juga merasa demikian dan pertikaian yang panjang dan pahit di antara keduanya berlangsung bertahun-tahun . namun, kini Morton dianggap sebagai Bapak Anestesia.

Selain penggunaan eter oleh Morton, kemajuan lain dalam anestiologi dilakukan sebelum peralihan abad ke- 20. Banyak penelitian dilakukan terhadap kloroform, bahan kimia dengan sifat mirip eter, dilakukan oleh ahli kebidanan Skotlandia James Young Simpson. Simpson, yang merupakan pendukung awal eter, mulai melakukan pengujian dengan kloroform pada 1847. Ia menggunakannya untuk mengurangi  rasa sakit dalam persalinan, tetapi kemudian mendapatkannya lebih sulit diberikan daripada eter dan memiliki risiko lebih besar bagi pasien. Pada akhir abad ke- 19, eter menjadi anestesi pilihan, dan perawat yang dilatih khusus bertugas untuk memberikannya, menggantikan mahasiswa kedokteran, residen, dan asisten ad hoc lainnya. Pada 1931, didirikanlah American Society of Anesthetists dan pada 1937 Americican Board of Anesthesiology memulai pendidikan spesialis untuk mendapatkan sertifikat resmi. Sekarang ahli anestesi dianggap hampir sama pentingya  dengan dokter bedah dalam operasi kritis.

Meskipun diskusi ini berpusat pada anestesi “umum”,  dimana pasien dibuat tidak sadar sama sekali , anestesi “lokal”, dimana satu bagian tubuh dibuat mati rasa, juga banyak digunakan dan memiliki sejarah yang panjang . orang Indian di Amerika Selatan telah lama mengetahui efek tanaman koka. Koka dibawa ke Eropa pada pertengahan abad ke- 19 pada 1860 kimiawan Jerman Albert Niemann mengisolasi bahan kimia pada daun koka dan menamainya kokain. Sigmund Freud, psikolog terkenal, mengusulkan penggunaan  kokain untuk operasi mata pada 1884. Pada 1885, William Halstead, seorang ahli bedah di Baltimore, menggunakan kokain sebagai pemblokir saraf dalam bedah minor. Sayangnya, kokain dan turunannya seperti morfin dan heroin, beracun sekaligus adiktif. Namun, obat sintetis terkait, seperti novokaina, prokaina, xilokain, dan lain-lain, digunakan secara luas dalam kedokteran gigi dan prosedur bedah minor tertentu. Kokain dan morfin, ketika diberikan dengan cara yang benar, masih merupakan penghilang rasa nyeri yang berharga.

Memperluas prinsip obat sejenis kokain, anestesi “blok saraf” menghasilkan prosedur seperti teknik spinal. James Leonard Coming mengusulkan penggunaan blokir pada pusat saraf di sumsum tulang belakang pada 1880-an. Anestesi seperti ini membuat bagian tubuh di bawah tempat suntikan menjadi tidak sensitif terhadap rasa sakit. Selain itu pasien bisa tetap terjaga selama prosedur dan tidak terlalu  mengalami kesulitan oleh efek yang terjadi setelah anestesi umum. Ahli bedah Jerman August Bier menggunakan anestesi spinal pada 1898. Sekarang anestesi spinal sering digunakan untuk operasi  pada tubuh bagian bawah dan pembedahan darurat di mana perut pasien penuh dan anestesi umum bisa merangsang muntah. Pasien yang menjalani anestesi spinal sering kali “bangun dan berjalan” dalam waktu beberapa jam setelah operasi selesai.

Zat lain yang dimasukkan melalui pembuluh darah juga banyak digunakan. Sodium pentotal, sejenis barbiturat yang bekerja singkat, dikembangkan pada 1933 oleh John Lundy. Keunggulan obat ini adalah cepat menghilang  dari pembuluh darah, sehingga memungkinkan pengendalian yang tepat dari efeknya. Kurare yang digunakan untuk panah beracun oleh Indian di Amerika Selatan digunakan dengan aman oleh Harold Griffin, seorang ahli anestesi Kanada pada 1942. Manfaatnya adalah untuk melemaskan kelompok otot dalam pembedahan di area tertentu seperti perut.

Sekarang turunan modern telah secara bertahap menggantikan eter lama yang bertahan. Halotana, enflurance, metoksilflurance, dan siklopropana sekarang merupakan  obat anestesi umum, walaupun nitrogen oksida masih sering digunakan untuk mengendalikan dosis anestesi sesuai dengan responsnya terhadap aktivitas otak.

Meskipun masih ada beberapa risiko, khususnya pada pasien dengan kerusakan jantung  dan paru-paru, anestesiologi  telah menjadi ilmu kedokteran yang andal dan sangat dibutuhkan . Hanya sedikit di antara “keajaiban” medis pada zaman modern yang bisa terwujud tanpanya. Dan, di masa mendatang teknik baru akan mengikuti  laju perkembangan ilmu kedokteran terkini.

 

Belum ada Komentar untuk "Anestesi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel