Mesin Cetak (Bagian 1)
![]() |
| Mesin Cetak Kuno-Mobilemyindischool.com |
Para antropolog menilai kemajuan penulisan sebagai titik balik antara pra-sejarah dan sejarah.
Menulis memungkinkan pikiran dicatat. Kemudian, mesin cetak memungkinkan para pencetak membuat banyak salinan
halaman dalam buku dengan cepat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pikiran dan gagasan dari benak yang hebat dikomunikasikan
ke banyak orang melalui buku, yang, samapi saat itu, diproduksi dalam jumlah terbatas untuk kalangan rohaniwan dan bangsawan serta
ditulis tangan dalam bahasa Latin. Untuk menyatakan dampak mesin cetak dengan ringkas, ciptaan ini mengubah dunia yang pada umumnya buta
huruf menjadi melek huruf.
Semuanya dimulai dengan balok kayu yang memiliki huruf timbul di satu sisinya. Balok-balok itu disusun dalam urutan tertentu
dalam sebuah bingkai dan dilumuri tinta, kemudian selembar kertas ditekan pada balok.Ketika kerta diangkat, salinan huruf-huruf dari tinta tertinggal.
Mencetak dengan huruf yang bisa digerakkan memungkinkan seseorang melakukan pekerjaan yang awalnya dilakukan banyak orang. Dalam satu hari, satu orang
bisa menghasilkan sesuatu yang membutuhkan waktu satu tahun untuk ditulis.
Namun ada masalah dengan balok kayu. Setelah penggunaan selama beberapa waktu dan berkali-kali, balok mulai hancur dan balok baru haus dibuat.
Datanglah Johannes Gutenberg, seorang pencetak dari Jerman, Gutenberg mengembangkan cetakan dari tiap-tiap huruf yang terbuat dari campuran
logam yang bertahan lama dan bisa digunakan berulang kali serta tetap utuh. Bahkan, metode reproduksi mekanis dari bahan cetakan yang diciptakan-nya
sangat valid sampai perubahan signifikan tidak terjadi dalam percetakan selama 500 tahun setelahnya.

Belum ada Komentar untuk "Mesin Cetak (Bagian 1)"
Posting Komentar