Mesin Diesel
![]() |
| Mesin Diesel - motorbiscuit.com |
Rudolf Diesel, yang namanya melekat pada mesin ciptaannya, terdorong oleh impuls sosiologis, bukan keuangan. Pada saat itu, Revolusi Industri sedang melaju dengan kencang, dan mimpi Diesel adalah menciptakan mesin yang akan membebaskan orang dari berbagai proses yang membutuhkan kerja keras yang terkait dengan mesin lain, termasuk mesin gas. Ia ingin orang menentukan sendiri nasibnya, alih-alih membuat mesin yang mereka ciptakan menentukannya bagi mereka.
Meskipun ia seorang Jerman, Diesel lahir di Paris sebagai putra pekerja kuli imigran. Kemudian, pada 1870 Perang Prancis-Prussia meletus dan Diesel serta seluruh keluarganya dideportasi ke London sebagai orang asing yang tak diinginkan.
Namun ini tidak menghentikannya mengejar pendidikan teknik. Ia pergi ke Munich, Jerman, di mana ia mengambil spesialisasi teknik panas dan merancang mesin. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Diesel kembali ke Paris.
Tujuan mekanis Diesel berkembang menjadi pencarian untuk menciptakan mesin yang lebih kuat dan fungsional dibandingkan mesin gas yang digunakan pada saat itu. Dalam mesin gas, percikan yang menyalakan gas, yang menjadi sumber tenaga silinder, merupakan semprotan dari luar, seperti filamen yang dipanaskan atau percikan listrik. Salah satu perbaikan dalam mesinnya adalah menyalakan bahan bakar dari dalam dengan membuat mesin mengompresi campuran udara-bahan bakar dalam silinder penggerak. Seiring meningkatnya kompresi, suhu campuran juga naik sampai titik yang akhirnya akan membakar sendiri. Tidak diperlukan mekanisme pembakaran untuk menyulutnya.
Diesel akhirnya berhasil dengan ini, walaupun pengujian eksperimentalnya yang pertama hampir menyebabkan kematiannya. Mesin meledak dan melukainya.
Perbaikan lain dalam mesin adalah penggunaan bahan bakar murah. Sejatinya, Diesel merancangnya untuk dijalankan dengan tenaga debu batu bara atau bahkan lemak hewani, ia akhirnya mantap dengan minyak mentah yang murah (yang juga disebut “bahan bakar diesel”). Ini juga membuat orang tidak harus terlalu terlibat dengan mesin pada masa itu.
Mesin Diesel pertama berhasil berjalan sekitar satu menit. Setelah ia melakukan perbaikan, permintaan atas mesin itu dari industri meningkat. Di satu sisi, mesin ini bisa dibangun sangat besar, dan ini bersaing dengan mesin uap, yang menjadi sumber tenaga dari berbagai mesin besar pada masa itu. Mesin Diesel lebih murah untuk dioperasikan dibandingkan sebagian besar mesin lainnya karena bahan bakar dan biaya perbaikannya lebih murah. Juga, tidak seperti mesin lainnya, mesin diesel tidak memerlukan periode pemanasan yang lama untuk bekerja atau suplai air yang besar, seperti mesin uap.
Diesel mematenkan mesinnya pada 1892 walaupun sulit dikatakan pada saat itu bahwa mesin itu siap untuk digunakan secara luas tetapi dalam waktu yang relatif singkat mesin itu digunakan dengan berbagai cara dalam industri ketika sumber tenaga yang besar diperlukan. Kemudian, mesin ini juga digunakan di traktor, truk, bis, kapal, serta lokomotif, dan kapal selam.
Sebenarnya ada dua tipe atau kelompok mesin diesel. Salah satunya adalah mesin 2-tak, atau 2-putaran, di mana ada satu putaran operasi penuh pada setiap dua gerakan piston. Mesin jenis ini membutuhkan udara yang terkompresi untuk memulai serta beroperasi. Dalam jenis lainnya, 4-tak, atau mesin 4-putaran, gerakan mesin ke bawah yang pertama menarik udara, dan pada gerakan ke atas udara dikompresi sampai sekitar 500 pound per inchi persegi. Di bagian atas gerakan, jet bahan bakar disemprotkan melalui penyuntik, bahan bakar dinyalakan dan pengembangan gas yang cepat yang diciptakan oleh bahan bakar yang menyala.
Mendorong piston ke bawah dalam gerakan menembak. Gerakan ke atas berikutnya mendorong gas buangan keluar melalui katup pembuangan dan menyelesaikan siklus. Jumlah bahan bakar yang disuntikkan mengendalikan kecepatan dan kekuatan mesin diesel dan tidak berkaitan dengan jumlah udara yang dimasukkan, seperti pada mesin bensin.
Mesin diesel telah ada selama lebih dari 100 tahun, dan masih lebih ekonomis dibanding mesin bensin. Namun, mesin ini bukannya tanpa cacat. Mesin ini bising, dan gas yang dikeluarkannya merupakan polutan.
Diesel mempertahankan sikap idealisnya seumur hidup, selalu mencoba dengan seluruh kemampuannya untuk mencari tempat bagi seseorang dalam masyarakat industri. Kekurangannya dalam keahlian kapitalis ditunjukkan oleh kenyataan bahwa walaupun ia menjadi jutawan melalui ciptaannya, ia tidak mengatur investasinya, sehingga ia selalu mengalami kesulitan finansial.
Hidup Diesel berakhir menyedihkan. Situasi finansialnya berkembang menjadi sangat buruk dan ia membawa beban tambahan karena khawatir akan pergerakan ke arah perang di Eropa. Akhirnya, semua menjadi tak tertahankan. Pada 1913, ia menghilang tanpa jejak ketika menyeberangi Selat Inggris pada feri malam hari untuk menghadiri pertemuan kongres insinyur. Hanya sedikit keraguan bahwa ia bunuh diri.

Belum ada Komentar untuk "Mesin Diesel"
Posting Komentar